https://bangkalan.times.co.id/
Berita

Pemkab Ponorogo dan Pegiat Sejarah Kaji Ulang Penetapan Hari Jadi Kabupaten

Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:13
Pemkab Ponorogo dan Pegiat Sejarah Kaji Ulang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Bupati Sugiri Sancoko saat membuka seminar Bedah Sejarah Ponorogo (FOTO: Prokopim Ponorogo for TIMES Indonesia)

TIMES BANGKALAN, PONOROGO – Ada dinamika menarik dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Pemkab Ponorogo bersama pegiat sejarah Pawong Wengker menggelar seminar bedah sejarah untuk mengkaji ulang dasar penanggalan Hari Jadi Ponorogo yang selama ini diperingati setiap 11 Agustus.

Seminar yang diadakan Kamis (28/8/2025) di Aula Bapperida Ponorogo, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-529 Ponorogo.

Dihadiri para ahli sejarah dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, tujuannya untuk meninjau kembali dasar penetapan hari jadi, agar tidak hanya berdasarkan legenda atau cerita rakyat, tetapi juga bukti ilmiah seperti prasasti, artefak, dan literatur sejarah.

"Monggo diseminarkan oleh orang-orang berilmu, yang punya literatur detail. Jangan berdasarkan dongeng atau legenda, tapi berdasarkan ilmu pengetahuan," kata Bupati Sugiri Sancoko, kepada TIMES Indonesia Kamis (28/8/2025) malam.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun pemahaman sejarah yang lebih akurat dan menjadi pijakan kuat bagi generasi muda dalam membangun Ponorogo ke depan.

Bedah-Sejarah-Ponorogo-2.jpgPegiat sejarah Pawong Wengker. (Foto:Prokopim Ponorogo for TIMES Indonesia)

Kajian-kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan prasasti, artefak, dan literatur sejarah yang relevan.

Bupati Sugiri Sancoko pun menegaskan, hasil seminar ini diharapkan menjadi literatur resmi yang bisa digunakan dalam pendidikan dan penelitian sejarah lokal.

"Tujuannya agar generasi muda Ponorogo memahami sejarah secara utuh dan menjadikannya pijakan dalam pembangunan. Kami tidak akan mengintervensi hasil kajian. Dan semua kami serahkan sepenuhnya kepada para pakar," tandas Bupati Sugiri Sancoko.

Meski belum ada keputusan final, terbuka kemungkinan bahwa tanggal Hari Jadi Ponorogo bisa direvisi jika ditemukan bukti sejarah yang lebih kuat. "Seminar ini bukan soal tanggal, tapi juga soal identitas dan warisan budaya," kata Rizky Susantini, Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur.

Sementara itu Masrofiqi, salah satu narasumber seminar sekaligus pengurus Pawong Wengker mengatakan adanya kesalahan baca pada batu gilang yang menjadi sumber penetapan Hari Jadi Ponorogo. "Pembacaan angka menemui kesalahan, yang seharusnya dibaca 1318 tapi dibaca 1418," katanya. (*)

Pewarta : M. Marhaban
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bangkalan just now

Welcome to TIMES Bangkalan

TIMES Bangkalan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.