TIMES BANGKALAN, JAKARTA – Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, Marc-Andre ter Stegen akan membela klub selain Barcelona. Kiper berusia 33 tahun itu resmi dipinjamkan ke Girona hingga akhir musim ini.
Kepindahan ke Girona dinilai dapat meningkatkan peluang ter Stegen untuk kembali merebut posisi penjaga gawang utama Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Dalam 15 bulan terakhir, rangkaian cedera membuatnya hanya tampil dalam beberapa pertandingan kompetitif.
Musim ini, ter Stegen baru sekali bermain bersama Barcelona, yakni saat menghadapi klub divisi tiga Guadalajara di ajang Copa del Rey bulan lalu. Pelatih Hansi Flick lebih memilih Joan García sebagai kiper utama Blaugrana.
Pinjaman ke Girona menjadi babak terbaru dari musim yang penuh dinamika bagi ter Stegen. Pada awal musim, ia sempat terlibat ketegangan dengan manajemen Barcelona terkait laporan medis yang diminta klub untuk ditandatangani demi membuka ruang batas gaji.
Ter Stegen bergabung dengan Barcelona sejak 2014 setelah direkrut dari klub masa kecilnya, Borussia Mönchengladbach. Selama lebih dari satu dekade di Camp Nou, ia mempersembahkan enam gelar La Liga dan satu trofi Liga Champions.
Di Girona, ter Stegen diperkirakan akan menjadi pilihan utama, mengungguli kiper asal Argentina, Paulo Gazzaniga.
Sementara itu di level internasional, absennya ter Stegen akibat cedera membuat pelatih Jerman Julian Nagelsmann mengandalkan Oliver Baumann dalam enam laga terakhir kualifikasi Piala Dunia. Baumann tampil impresif bersama Hoffenheim, bahkan membawa timnya secara mengejutkan bertengger di posisi tiga besar Bundesliga sejauh musim berjalan.
Situasi penjaga gawang juga bukan hal baru bagi Girona musim ini. Sebelumnya, pelatih Míchel mengungkapkan bahwa kiper cadangan Dominik Livaković sempat menolak bermain dan ingin pindah klub demi mendapatkan menit bermain lebih banyak agar bisa tampil di Piala Dunia bersama Kroasia. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Ter Stegen Dipinjamkan ke Girona, Buka Peluang Kembali Jadi Kiper Utama Jerman
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |